Anda adalah seorang ibu bekerja dengan dua orang anak?
hehehehe..sama dooong :)
Seperti saya, pasti rasanya sulit sekali mencari waktu untuk diri sendiri alias "me time". Hari demi hari berlalu begitu saja..hmm ga berasa! Antara mengurus keluarga dan bekerja.
Seperti saya, pasti rasanya sulit sekali mencari waktu untuk diri sendiri alias "me time". Hari demi hari berlalu begitu saja..hmm ga berasa! Antara mengurus keluarga dan bekerja.
24 jam sehari itu
terasa ga cukup, ya ngga? Hidup rasanya seperti dikejar
kejar..hehe...
Contohnya saya; rutinitas saya dari pagi sampai siang itu bener-bener penuh dengan urusan anak-suami-rumah-kantor. Mikir menu utk hari ini, to do list kerjaan kantor, pantau anak sdh pulang dari sekolah,lesnya gmn,dll. Setelah malam usai pulang dari kantor baru deh saya bisa memulai kerja online saya yang biasanya memakan waktu sekitar 4 jam sehari. Itu pun masih diselingi "gangguan-gangguan" kecil seperti terima telfon, sms, bbm, chat, anak-anak saya yang ribut karena berebut mainan, minta ditemenin bobo, dll.
Contohnya saya; rutinitas saya dari pagi sampai siang itu bener-bener penuh dengan urusan anak-suami-rumah-kantor. Mikir menu utk hari ini, to do list kerjaan kantor, pantau anak sdh pulang dari sekolah,lesnya gmn,dll. Setelah malam usai pulang dari kantor baru deh saya bisa memulai kerja online saya yang biasanya memakan waktu sekitar 4 jam sehari. Itu pun masih diselingi "gangguan-gangguan" kecil seperti terima telfon, sms, bbm, chat, anak-anak saya yang ribut karena berebut mainan, minta ditemenin bobo, dll.
Beruntung
saya dan suami punya asisten RT yang handal.Segala pekerjaan
rumah yang berat-berat seperti ngepel, nyapu, masak dan sebagainya di handle oleh dia. Satu masalah
terselesaikan lah paling gak! ;)
Dalam
rutinitas sehari-hari yang padat seperti ini, darimana ya saya bisa memiliki waktu
untuk diri sendiri? Intinya, saya tidak mau menjadi budak waktu.
Dan saya yakin Anda pun demikian.
Saya ingin menikmati detik demi detik hidup saya yang sempurna ini dengan anak-anak saya yang manis, suami yang baik hati, keluarga besar saya yang hebat dan teman-teman tercinta.
Saya ingin menikmati detik demi detik hidup saya yang sempurna ini dengan anak-anak saya yang manis, suami yang baik hati, keluarga besar saya yang hebat dan teman-teman tercinta.
Mau tau tips
saya bagaimana mencari waktu buat diri sendiri dalam 24 jam sehari?
Step 1
Berhenti
sejenak
Pikirkan
kenapa Anda kepingin punya extra waktu untuk diri sendiri.
Karena Anda akan lebih termotivasi seandainya punya target yang spesifik.
Buat wish list. Tulis semua aktifitas yang ingin Anda
lakukan, tapi ga pernah sempat. Terserah - boleh sesuatu yang bisa membuat Anda
senang, santai, waras, atau ketiganya. Setelah itu, buat prioritas mana yang
paling dulu ingin Anda lakukan, lalu fokus pada satu atau dua kegiatan.
Kalo wish list saya saat ini bila punya waktu luang adalah:
ingin pijat luluran, punya extra waktu untuk olahraga, tidur sedikit
lebih lama, nonton dvd tanpa ada yang mengganggu ;)
Sekarang
catat bagaimana Anda melewati hari-hari Anda selama ini. Gak perlu dimulai dengan kata, "Dear
Diary..... hehehe... buat aja sebuah diary singkat,
misalnya:
6.30 - bangun, mandi.
7.45 - berangkat kantor, drop anak di rumah mertua.
9.00 - makan pagi di kantor, dst.
Isinya gak usah terlalu detil tapi paling gak di penghujung hari Anda bisa meninjau kembali apa saja yang sudah Anda lakukan seharian. Mungkin Anda akan terkejut menyadari betapa sedikitnya waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai. Pertanyaannya, apakah Anda sudah menghabiskan waktu pada hal-hal yang tepat?
6.30 - bangun, mandi.
7.45 - berangkat kantor, drop anak di rumah mertua.
9.00 - makan pagi di kantor, dst.
Isinya gak usah terlalu detil tapi paling gak di penghujung hari Anda bisa meninjau kembali apa saja yang sudah Anda lakukan seharian. Mungkin Anda akan terkejut menyadari betapa sedikitnya waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai. Pertanyaannya, apakah Anda sudah menghabiskan waktu pada hal-hal yang tepat?
Step 2Korbankan apa
yang Anda bisa
Menurut studi, mendedikasikan waktu
untuk sesuatu yang kita cintai justru membuat kita lebih siap menghadapi
tantangan sehari hari. Supaya menjadi lebih kreatif dan produktif, kita harus
meluangkan waktu untuk rekreasi dan relaksasi. Tanpa itu, bisa merusak motivasi
yang akhirnya membuat kita sering mencari alasan untuk menunda pekerjaan
Untuk mencari bagaimana cara mendapatkan waktu luang, lihat diary Anda sekali lagi, dan tanyakan pada diri Anda:
Untuk mencari bagaimana cara mendapatkan waktu luang, lihat diary Anda sekali lagi, dan tanyakan pada diri Anda:
Pekerjaan
rumah apa yang bisa didelegasikan?
Hmm... anak
saya yang masih 5 tahun tentunya belom bisa disuruh cuci piring ya, hehe...
tapi dia sudah bisa lho membawa piring kotornya sendiri ke dapur. Dengan begini
saya telah mendelegasikan tugas pada anak saya sekaligus mengajarkan tanggung
jawab. Bila Anda merasa semua pekerjaan rumah dibebankan pada Anda, bagilah
tugas dengan pasangan juga pada anak-anak Anda.
Bantuan apa
yang bisa saya dapatkan dari luar?
Membersihkan
rumah pastinya ya, tapi juga pikirkan sesuatu seperti mengajarkan anak Anda
matematika dan bermain piano, misalnya. Anda mungkin luar biasa di dua bidang
tadi, tapi dengan kegiatan yang menggunung, apakah Anda sanggup melakukannya?
Cukup sabarkah Anda mengajari si kecil? Apakah tidak sebaiknya Anda mencari
bantuan dari luar seperti les tambahan dengan guru handal? Sebelum Anda
mengeluh masalah biaya, tinjau kembali keuangan Anda. Biasanya selalu ada jalan
untuk mengalokasikan kembali pemasukan.
Menurut Timothy Ferriss, seorang ahli dalam time-management, untuk menghitung berapa uang yang harus dikeluarkan per jam, hilangkan tiga digit dari pemasukan Anda dalam setahun, lalu bagi setengah. Misalnya Anda menghasilkan Rp.120.000.000,-/tahun, berarti upah per jam Anda adalah Rp.60.000/jam. Kalo Anda membutuhkan dua jam untuk membersihkan rumah dalam sehari, artinya Rp.120.000/hari adalah uang yang pantas Anda keluarkan ;) Rasanya upah asisten RT per bulan juga tidak semahal jika jumlah yg tadi kita kalikan dg jumlah hari dlm sebulan kan :)
Menurut Timothy Ferriss, seorang ahli dalam time-management, untuk menghitung berapa uang yang harus dikeluarkan per jam, hilangkan tiga digit dari pemasukan Anda dalam setahun, lalu bagi setengah. Misalnya Anda menghasilkan Rp.120.000.000,-/tahun, berarti upah per jam Anda adalah Rp.60.000/jam. Kalo Anda membutuhkan dua jam untuk membersihkan rumah dalam sehari, artinya Rp.120.000/hari adalah uang yang pantas Anda keluarkan ;) Rasanya upah asisten RT per bulan juga tidak semahal jika jumlah yg tadi kita kalikan dg jumlah hari dlm sebulan kan :)
Pekerjaan apa
yang tidak terlalu penting? Ketika Anda melakukan sesuatu yang tidak urgent, seperti menggosok
cangkir keramik putih Anda dari noda teh..... Stop. Sayang sekali bila waktu
terbuang percuma hanya karena Anda ingin orang lain mengagumi peralatan makan
Anda terlihat cling. Kecuali memang itu masuk dalam wish list Anda,
maka sebaiknya fokus pada pekerjaan yang lebih penting.
Gangguan apa saja yang bisa saya kurangi atau hilangkan?
- Tutup pintu ruangan Anda. Disaat Anda mengerjakan sesuatu, orang disekitar harus tau bahwa Anda sedang tidak bisa diganggu.
- Di kantor, cek email Anda dua kali sehari -- pukul 12 siang dan pukul 4 sore. Menurut Ferriss, di jam-jam inilah biasanya kita mendapatkan balasan dari email yang kita kirim sebelumnya.
- Di rumah, jangan terlalu sering mengecek Blackberry ;p
- Kalo nonton TV, tontonlah acara favorit Anda. Lalu matikan. Percaya deh, berjam-jam nonton TV (apalagi sinetron, infotainment) gak akan bisa membuat kita bahagia dibandingkan kegiatan berinteraksi dengan orang lain, seperti, makan malam bersama anak-anak, kencan dengan pasangan, jalan-jalan ke puncak dengan keluarga besar.
Step 3
Atur ulang jadwal Anda
Nah, sekarang setelah akhirnyaaaa punya waktu luang, mari kita putuskan apa yang akan kita lakukan :)
Tentukan satu atau dua "kewajiban yang tidak bisa diganggu gugat" dan barulah buat jadwal sehari-hari diluar itu.
Contoh kegiatan yang tidak bisa diganggu gugat itu, misalnya: tidur delapan jam, olahraga dua jam per minggu, atau satu malam bersenang-senang.
Buat "to-do" list setiap hari.
Boleh di notebook Anda, post-it note, kartu, atau Blackberry Anda. Catatan tersebut akan memaksa kita untuk fokus pada hal-hal penting. Hanya tulis apa yang Anda anggap realistis (tiga sampai lima aktifitas) dan bisa diselesaikan dalam satu hari.
Lakukan tugas yang tercepat dan termudah terlebih dahulu.
Dengan mencoret salah satu aktifitas dari daftar Anda dapat menimbulkan perasaan lega bahwa satu tugas terselesaikan.
Lakukan tugas yang "terberat" berikutnya.
Misalnya mengetik email panjang buat teman lama yang tinggal di luar negeri. Atau membereskan meja kerja yg sudah super berantakan :-D
Tinjau kembali setiap hari Jumat.
Pada hari Jumat sore biasanya saya menyisihkan waktu sekitar setengah jam untuk meninjau apa yang telah saya capai, baik itu secara personal maupun profesional. Setelah itu saya mulai membuat wish list lagi untuk minggu berikutnya. Ini mengingatkan saya apa yang terpenting dalam hidup saya. Juga dengan begini, saya sadar bahwa saya hanyalah manusia biasa yang tidak mungkin bisa mengerjakan semuanya sekaligus. Ketika kita berpikir realistis dengan kemampuan yang kita miliki, kita akan merasa lebih bahagia. Dan itu yang terpenting :)
---
sumber: berkarirdarirumah.com
Gangguan apa saja yang bisa saya kurangi atau hilangkan?
- Tutup pintu ruangan Anda. Disaat Anda mengerjakan sesuatu, orang disekitar harus tau bahwa Anda sedang tidak bisa diganggu.
- Di kantor, cek email Anda dua kali sehari -- pukul 12 siang dan pukul 4 sore. Menurut Ferriss, di jam-jam inilah biasanya kita mendapatkan balasan dari email yang kita kirim sebelumnya.
- Di rumah, jangan terlalu sering mengecek Blackberry ;p
- Kalo nonton TV, tontonlah acara favorit Anda. Lalu matikan. Percaya deh, berjam-jam nonton TV (apalagi sinetron, infotainment) gak akan bisa membuat kita bahagia dibandingkan kegiatan berinteraksi dengan orang lain, seperti, makan malam bersama anak-anak, kencan dengan pasangan, jalan-jalan ke puncak dengan keluarga besar.
Step 3
Atur ulang jadwal Anda
Nah, sekarang setelah akhirnyaaaa punya waktu luang, mari kita putuskan apa yang akan kita lakukan :)
Tentukan satu atau dua "kewajiban yang tidak bisa diganggu gugat" dan barulah buat jadwal sehari-hari diluar itu.
Contoh kegiatan yang tidak bisa diganggu gugat itu, misalnya: tidur delapan jam, olahraga dua jam per minggu, atau satu malam bersenang-senang.
Buat "to-do" list setiap hari.
Boleh di notebook Anda, post-it note, kartu, atau Blackberry Anda. Catatan tersebut akan memaksa kita untuk fokus pada hal-hal penting. Hanya tulis apa yang Anda anggap realistis (tiga sampai lima aktifitas) dan bisa diselesaikan dalam satu hari.
Lakukan tugas yang tercepat dan termudah terlebih dahulu.
Dengan mencoret salah satu aktifitas dari daftar Anda dapat menimbulkan perasaan lega bahwa satu tugas terselesaikan.
Lakukan tugas yang "terberat" berikutnya.
Misalnya mengetik email panjang buat teman lama yang tinggal di luar negeri. Atau membereskan meja kerja yg sudah super berantakan :-D
Tinjau kembali setiap hari Jumat.
Pada hari Jumat sore biasanya saya menyisihkan waktu sekitar setengah jam untuk meninjau apa yang telah saya capai, baik itu secara personal maupun profesional. Setelah itu saya mulai membuat wish list lagi untuk minggu berikutnya. Ini mengingatkan saya apa yang terpenting dalam hidup saya. Juga dengan begini, saya sadar bahwa saya hanyalah manusia biasa yang tidak mungkin bisa mengerjakan semuanya sekaligus. Ketika kita berpikir realistis dengan kemampuan yang kita miliki, kita akan merasa lebih bahagia. Dan itu yang terpenting :)
---
sumber: berkarirdarirumah.com

No comments:
Post a Comment